PERBANDINGAN MIXING FOUNDATION TANPA DAN DENGAN TEKNIK BAKAR TERHADAP KULIT BERJERAWAT
Afiatus Sholiha
1Pendidikan Vokasional Kesejahteraan Keluarga, Tata
Rias, Fakultas Teknik, PGRI Adi Buana Surabaya
Email: mrs.vivin1997@gmail.com
Mixing foundation adalah teknik mencampurkan dua atau lebih tekstur foundation yang berbeda untuk mendapatkan hasil make up yang sempurna. Tujuan dari penelitian ini yaitu (1) Untuk mengetahui perbandingan mixing foundation tanpa teknik bakar pada rias wajah cikatri. (2) Untuk mengetahui perbandingan mixing foundation dengan teknik bakar pada rias wajah cikatri. (3) Untuk mengetahui perbandingan antara mixing foundation tanpa teknik bakar dan mixing foundation menggunakan teknik bakar pada rias wajah cikatri. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 30 responden. Instrument penelitian ini yaitu menggunakan angket yang di diberikan pada subyek setelah diberikan eksperimen oleh peneliti. Hasill dari penelitian ini yaitu terdapat perbandingan yang signifikan pada pemberian mixing foundation tanpa teknik bakar dan mixing foundation tanpa teknik bakar pada rias wajah cikatri. Dengan hasil penghitungan pada ketentuan jika thitung bernilai positif maka ada perbandingan jika thitung ≥ ttabel begitu sebaliknya jika thitung bernilai negatif maka tidak ada perbandingan jika thitung ≤ ttabel. Dari tabel 4.5 diketahui bahwa thitung sebesar 7,622 yang berarti thitung ≥ ttabel pada atau 7,622 ≥ 2,000 pada taraf signifikan 5%, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbandingan yang signifikan pada pemberian mixing foundation tanpa teknik bakar dan mixing foundation tanpa teknik bakar pada rias wajah cikatri.
Kata Kunci : Mixing Foundation, Teknik Bakar, Rias Cikatri.
Abstract
Foundation mixing is a technique of mixing two or more different foundation textures to get the perfect make-up result. The purpose of this research is (1) To find out the influence of mixing Foundation without burning techniques on cikatri makeup. (2) To find out the effect of mixing Foundation with burn technique on cikatri makeup. (3) To find out the comparison between mixing foundation without burn technique and mixing foundation using burn technique on cikatri makeup.This type of research is quasi-experimental. The sample used in this study were 30 respondents. The instrument of this research is to use a questionnaire given to the subject after being given an experiment by the researcher. The result of this study is that there is a significant comparison in the provision of foundation mixing without burning technique and foundation mixing without burning technique on cikatri makeup. With the calculation results on the provisions if tcount is positive then there is a comparison if tcount ≥ ttable and vice versa if tcount is negative then there is no comparison if tcount ≤ttable. From table 4.5 it is known that tcount is 7,622, which means tcount ≥ ttable at or 7,622 ≥ 2,000 at the 5% significant level, it can be concluded that there is a significant comparison in the provision of mixing foundation without burning technique and mixing foundation without burning technique on cikatri makeup.
Keywords : Mixing Foundation, Burning Technique, Cikatri Makeup.
1.
PENDAHULUAN
Kulit
merupakan bagian tubuh yang paling utama yang perlu diperhatikan dalam tata
kecantikan kulit. Kulit adalah organ yang memiliki banyak fungsi, diantaranya
adalah sebagai pelindung tubuh dari berbagai hal yang membahayakan, sebagai
alat indra peraba, pengatur suhu tubuh dan lain-lain (Bunga, Astusi, 2019).
Bagian kulit yang paling menonjol pada diri manusia adalah wajah. Wajah adalah
kulit yang paling sensitif dan perlu di perhatikan dalam kehidupan sehari-hari.
Wajah cantik tanpa cacat atau kekurangan adalah keinginan setiap manusia
terutama wanita, karenanya banyak yang berlomba-lomba dengan berbagai cara agar
terlihat cantik, salah satunya dengan merias wajah.
Sudah
sejak berabad-abad silam kosmetik dikenal dan digunakan oleh manusia. Kosmetik
digunakan karena manusia ingin memenuhi keinginannya untuk berpenampilan cantik
dan mempesona. Rias wajah adalah upaya koreksi wajah untuk mengubah wajah ke
arah yang lebih cantik dan sempurna. Teknik tata rias wajah yang benar dapat
menutupi kekurangan pada wajah dan membuat wajah terlihat bersinar dan lebih
segar.
Rias
wajah cikatri merupakan rias wajah yang bisa menutupi cacat padat, seperti noda
hitam, bekas luka atau cacat bawaan, lobang-lobang pada wajah yang mebuat
permukaan kulit wajah tidak rata (Wulandari, 2013). Salah satu kosmetik yang
bisa menutupi kekurangan tersebut adalah dengan Foundation. Foundation
merupakan pondasi atau kunci dari sebuah make up. Pada dasarnya foundation memiliki tiga jenis, yaitu Foundation cair (liquid), Foundation krim (cream), dan Foundation padat (stick). Setiap Foundation memiliki kelebihan dan
kekurangan tersendiri. Misalnya liquid
Foundation lebih cepat menyerap pada kulit daripada foundation cream. Namun
semua jenis foundation memiliki
kesamaan seperti yang di kemukakan Fairuz (2016) “Pada dasarnya semua jenis foundation memiliki fungsi yang sama,
salah satunya adalah menyamarkan kekurangan pada wajah”. Foundation bisa digunakan untuk make up sehari-hari, dan juga dapat
digunakan pada acara-acara tertentu sesuai dengan kebutuhan kulit. Biasanya
untuk kulit kering menggunakan foundation
yang cair (liquid), kulit berminyak
menggunakan foundation krim (cream) atau padat (stick), dan untuk kulit normal bisa menggunakan semua jenis foundation.
Dalam
merias wajah cikatri seringkali penata rias mengalami kesulitan akibat
kurangnya pemahaman teknik rias wajah cikatri dan kurangnya waktu, sehingga
tidak maksimal dalam melakukan pekerjaan dan didapati keluhan dari penata rias
salah satunya kesulitan menutupi lobang pada bekas jerawat karena permukaan
wajah yang tidak rata.
Kesulitan
menutupi cacat bekas jerawat menjadi keluhan para penata rias dan masyarakat
yang ingin tampil sempurna di setiap acara karena memakan waktu yang lama
sehingga menunda pekerjaan yang lainnya. Masyarakat yang memiliki lobang bekas
jerawat juga mengeluh karena tidak semua orang membutuhkan penata rias saat
ingin menghadiri pesta untuk menutupi lobang bekas jerawat.
Berdasarkan
penjelasan latar belakang diatas, peneliti tertarik untuk membuat judul
“Perbandingan Mixing Foundation Tanpa Teknik Bakar Dan Dengan
Teknik Bakar Terhadap Kulit Berjerawat Pada Rias Wajah Cikatri”. Tujuan umum
dari penelitian ini adalah untuk mengaplikasikan mixing foundation tanpa
dan dengan teknik bakar terhadap rias wajah cikatri untuk pesta.
Penelitian
ini bertujuan untuk : 1) mengetahui perbandingan mixing foundation tanpa
teknik bakar pada rias wajah cikatri, 2) mengetahui perbandingan mixing
foundation dengan teknik bakar pada rias wajah cikatri.
Hasil penelitian relevan yang sesuai dengan
penelitian ini adalah penelitian yang di lakukan oleh Desti Valwinda dan Merita Yanita (2019) tentang “The Effect Of Mixing Foundation
Towardsresults Of West Sumatera Bracelet Face On Oil Face Skin” metode
yang di gunakan dalam penelitian tersebut adalah metode penelitian kuantitatif,
dengan memakai teknik analisis data yaitu observasi, guna
peneliti bisa membandingkan hasil dari pengaplikasian mixing foundation cair (liquid)
dan padat (stick), padat (stick) dan krim (cream), krim (cream) dan
cair (liquid) terhadap hasil rias
wajah pengantin Sumbar.
Persamaan
pada penelitian ini dengan penelitian yang akan peneliti lakukan adalah
mengkaji tentang perbandingan
pengaplikasian mixing foundation pada wajah berminyak dan berjerawat. Perbedaan
penelitian ini dengan penelitian yang akan peneliti lakukan terletak pada teknik pembuatan produk, dimana pada
penelitian sebelumnya hanya menggunakan mixing foundation saja dan pada
penelitian yang akan peneliti lakukan ialah menggunakan mixing foundation dengan
teknik bakar.
2.
METODE
Penelitian
ini termasuk jenis penelitian quasi
eksperimen (eksperimen semu).
Quasi eksperimen adalah suatu percobaan yang dilakukan untuk mengetahui
suatu gejala atau perbandingan yang timbul sebagai akibat dari adanya perlakuan
tertentu (Sugiyono, 2012). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui
seberapa berperbandingannya rias wajah cikatri menggunakan mixing foundation
tanpa teknik bakar dan
mixing foundation dengan teknik
bakar. Berikut desain
penelitian ini:
X1
X2 Y
Gambar
3.1 Model hubungan ganda dengan dua variabel independent
Keterangan:
X1 :
Pengaplikasian mixing foundation tanpa teknik bakar.
X2 :
Pengaplikasian mixing foundation dengan teknik bakar.
Y : Rias wajah cikatri untuk pesta.
a.
Objek Penelitian
Objek
dalam penelitian ini adalah masyarakat yang memiliki kulit berjerawat/bekas
jerawat.
b. Bahan dan Alat Utama
Bahan
dan alat yang digunakan dalam penelitian adalah foundation krim, foundation cair,
sendok stainless, lilin.
c. Waktu Penelitian
Waktu
penelitian ini yaitu mulai tanggal 22 Januari – 25 Januari
d. Tempat Penelitian
Penelitian
ini bertepatan di Desa Masaran Kecamatan Banyuates-Samapang.
e. Teknik Pengumpulan Data
Pengumpulanfh
data dilakukan dengan menggunakan metode eksperimen, dan angket.
f. Definisi Operasional Variabel
Penelitian
Variabel
Bebas dalam penelitian ini adalah Perbandingan rias wajah cikatri dengan
pengaplikasian mixing foundation tanpa teknik bakar dan pengaplikasian mixing
Foundation dengan teknik bakar.
Variabel
terikat dalam peneltian ini adalah Perbandingan terhadap rias wajah cikatri di
Kecamatan Banyuates Sampang.
Variabel
control dalam peneltian ini adalah Kulit wajah berjerawat/bopeng
di daerah wajah, sehingga variabel terikat dan bebas yang dibuat atau
dikendalikan tidak diperbandingani oleh faktor luar. Variabel control meliputi:
1.
Area wajah bagian pipi
2.
Penggunaan sponge yang bertekstur
lembut untuk mengaplikasikan foundation
3.
Waktu penggunaan digunakan untuk
acara wisuda pagi sampai siang
4.
Tempat atau lokasi yang diteliti di
luar ruangan (outdoor)
g. Teknik Analisis Data
Data
penelitian yang terkumpul diperoleh menggunakan uji Uji-t Sampel
Bebas/independent sample t-test dengan persyaratan analisis (uji normalitas,
uji homogenitas) dan uji hipotesis. Sebelum melakukan pengujian uji-t, peneliti
menguji data menggunakan:
1. Uji Normalitas
Uji
normalitas dilakukan untuk mengetahui apakah data yang diambil berasal dari
populasi yang berdistribusi normal atau tidak. Uji normalitas dilakukan dengan
metode Kolmogorov Smirnov untuk membandingkan distribusi data dengan distribusi
normal baku.
D max = Fa (x) – Fe (x)
Keterangan:
D max: nilai selisih
maksimal dari 2 distribusi frekuensi kumulatif
Fa (x): frekuensi
kumulatif relasi
Fe (x): frekuensi
kumulatif teoritis
2. Uji Homogenitas
Uji
homogenitas adalah pengujian mengenai sama tidaknya variansi-variansi dua buah
distribusi atau lebih. Uji homogenitas yang akan dibahas dalam tulisan ini
adalah uji homogenitas variansi dan uji barlet. Uji homogenitas dilakukan untuk
mengetahui apakah data dalam variabel 1 dan 2 bersifat homogen atau tidak. Uji
homogenitas di hitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut:
Proses
perhitungan uji homogenitas digunakan taraf signifikan 5% yang berarti Fhitung
lebih kecil dari Ftabel pada taraf signifikan 5% maka kedua kelompok
memiliki varian yang homogen. Namun sebaliknya, jika Fhitung lebih
besar dari Ftabel pada taraf signifikan 5% maka kedua kelompok
memiliki kelompok varian yang tidak homogen
3. Uji Hipotesis
Analisis
yang digunakan untuk uji hipotesis yaitu uji beda atau uji T. Uji T yang
digunakan yaitu Independet Sample T-Test. Uji Independent Sample
T-Test merupakan metode yang digunakan untuk membandingkan dua kelompok
mean dari dua sampel yang berbeda (independent). Pada prinsipnya uji
Independet Sample T-Test berfungsi apakah ada perbedaan mean antara 2
populasi dengan membandingan dua mean sampelnya. Sebelum dilakukan analisis Independet
Sample T-Test, terlebih dahulu data harus memenuhi syarat awal, antara
lain:
a)
Data
berbentuk interval atau rasio
b) Data sampel berasal dari populasi
yang terdistribusi normal
c) Variansi antara dua sampel yang
dibandingkan tidak berbeda secara siginifikan (homogen)
d)
Data
berasal dari dua sampel yang berbeda Adapun rumus Pengujian hipotesis yang dilakukan dengan
analisis Independet Sample T-Test pada
program SPSS, pengambilan keputusannya dilakukan dengan cara membandingkan
nilai Thitung dengan Ttabel dengan ketentuan sebagi
berikut:
1)
Jika
Thitung < Ttabel,
maka Ho diterima dan Ha ditolak
2)
Jika
Thitung > Ttabel,
maka Ho ditolak dan Ha diterima
Selain itu, pengambilan keputusan
juga dapat dilihat dari taraf signifikan p (Sig(2tailed)). Jika p > 0,05 maka Ho diterima dan
jika p < 0,05 maka Ho ditolak (Triton, 2006:175).
4.
HASIL DAN PEMBAHASAN
a. Hasil Penelitian
Tabel 4.1 Uji Normalitas
|
VARIABEL |
Kolmogorov-Smirnova |
||
|
Statistic |
Df |
Sig. |
|
|
Mixing foundation tanpa teknik bakar |
0,149 |
30 |
0,085 |
|
Mixing foundation dengan teknik bakar |
0,152 |
30 |
0,076 |
Dari penghitungan tabel di atas,
nilai Sig pada data Mixing foundation tanpa teknik bakar yaitu 0,085 > 0,05 dengan demikian data
berdistribusi normal. Untuk hasil penghitungan
Mixing foundation dengan teknik bakar yang mempunyai
Sig 0,076 > 0,05; dengan demikian data berdistribusi normal. Maka dari hasil penghitungan uji
normalitas yang dilakukan oleh peneliti data berdistribusi sama-sama normal,
jadi bisa dilakukan penghitungan menggunakan Uji t independent.
|
Levene Statistic |
df1 |
df2 |
Sig. |
|
0,076 |
1 |
58 |
0,784 |
Hasil penghitungan uji homogenitas
pada tabel 4.4 dapat diketahui keterangan sebagai berikut ini.
· Jika signifikasi yang diperoleh >
α, maka varians setiap sampel sama. (Homogen)
· Jika signifikasi yang diperoleh <
α, maka varians setiap sampel tidak sama. (tidak homogen)
Suatu dikatakan memiliki varian yang
sama dengan data yang lainnya (homogen) apabila data tersebut memiliki
signifikan lebih besar dari 0,05 atau Sig > 0,05. Berdasarkan hasil output perhitungan dengan menggunakan
analisis SPSS 22 pada tabel 4.4 dapat diketahui bahwa nilai dengan uji Levene diperoleh signifikasi sebesar
0,784 maka dapat diketahu 0,784 > 0,05; yang artinya bahwa penghitungan
responden pada teknik pemberian mixing Foundation tanpa teknik bakar dan mixing Foundation dengan teknik bakar
pada rias wajah cikatri mempunyai varian yang
sama (homogen).
Tabel 4.3 Uji
t test mixing foundation tanpa teknik
bakar
|
Variabel |
thitung |
ttabel |
sig |
Α |
|
mixing foundation tanpa
teknik bakar |
2,426 |
1,699 |
0,022 |
0,05 |
1) Merumuskan hipotesis
statistik
Ho : μ= 0, Tidak terdapat
perbandingan mixing foundation tanpa
teknik bakar pada rias wajah cikatri.
Ha:μ=0, Ada perbandingan mixing
foundation tanpa teknik bakar pada
rias wajah cikatri.
2) Menentukan nilai
kritis (ttabel)
Dipilih level of
significant: 0,05 (5%)
Derajat bebas pembagi
(df) = n–30 = 30–1 = 29
Nilai ttabel = 1,699
Nilai statistik t
(thitung)
Berdasarkan penghitungan
menggunakan uji one t-test diperoleh yaitu nilai thitung sebesar 2,426
Kriteria pengujian:
Ho ditolak dan Ha
diterima jika thitung > ttabel
Daerah Penerimaan Ha Daerah Penerimaan Ha -2,426 -1,699 0 1,699 2,426 Daerah Penerimaan Ho
Gambar :
4.1 Pengujian Hipotesis
Hasil dari penghitungan menggunakan t
test pada tabel 4.3 maka terdapat dua cara untuk melihat adanya perbandingan
yaitu yang pertama membandingkan thitung dengan ttabel pada
ketentuan jika thitung bernilai positif maka ada perbandingan jika thitung
> ttabel begitu sebaliknya jika thitung bernilai
negatif maka tidak ada perbandingan
jika thitung < ttabel. Dari tabel 4.6 diketahui bahwa
thitung sebesar 2,588
yang berarti thitung > ttabel pada atau 2,588 > 1,699 pada taraf signifikan 5%, maka dapat disimpulkan bahwa
terdapat perbandingan yang signifikan pada pemberian mixing foundation dengan teknik bakar pada rias wajah
cikatri.
Cara yang kedua yaitu dengan melihat
signifikan apabila penghitungan di bawah
0,05 maka terdapat perbandingan yang
signifikan sedangkan signifikan
lebih besar dari 0,05; maka tidak terdapat
perbandingan yang signifikan. Berdasarkan tabel 4.3 didapatkan sig (2-tailed) sebesar 0,015; maka didapat
0,015 < 0,05. dapat disimpulkan bahwa Ha diterima dan Ho ditolak jadi
terdapat perbandingan pemberian mixing foundation dengan teknik bakar pada rias wajah
cikatri.
Tabel 4.4 Uji t test mixing foundation dengan teknik bakar
|
Variabel |
thitung |
Ttabel |
sig |
Α |
|
mixing
foundation dengan teknik bakar |
2,588 |
1,699 |
0,015 |
0,05 |
1) Merumuskan hipotesis
statistik
Ho : μ= 0, Tidak terdapat perbandingan mixing foundation dengan teknik bakar pada rias wajah cikatri.
Ha:μ=0, Ada perbandingan mixing foundation dengan teknik bakar pada rias wajah cikatri.
2) Menentukan nilai
kritis (ttabel)
Dipilih level of significant:
0,05 (5%)
Derajat bebas pembagi (df) = n–30 =
30–1 = 29
Nilai ttabel = 1,699
3) Nilai statistik t (thitung)
Berdasarkan penghitungan menggunakan uji one t-test diperoleh yaitu nilai thitung sebesar 2,588
Kriteria pengujian:
Ho ditolak dan Ha diterima jika thitung >
ttabel
Ho diterima dan Ha ditolak jika thitung <
ttabel
Daerah Penerimaan Ha Daerah Penerimaan Ha -2,588 -1,699 0 1,699
2,588 Daerah Penerimaan Ho
Gambar : 4.5
Pengujian Hipotesis
Hasil dari penghitungan menggunakan t
test pada tabel 4.6 maka terdapat dua cara untuk melihat adanya perbandingan
yaitu yang pertama membandingkan thitung dengan ttabel pada
ketentuan jika thitung bernilai positif maka ada perbandingan jika thitung
> ttabel begitu sebaliknya jika thitung bernilai
negatif maka tidak ada perbandingan
jika thitung < ttabel. Dari tabel 4.6 diketahui bahwa
thitung sebesar 2,588
yang berarti thitung > ttabel pada atau 2,588 > 1,699 pada taraf signifikan 5%, maka dapat disimpulkan bahwa
terdapat perbandingan yang signifikan pada pemberian mixing foundation dengan teknik bakar pada rias wajah cikatri.
Cara
yang kedua yaitu dengan melihat signifikan apabila penghitungan di bawah 0,05 maka terdapat
perbandingan yang signifikan sedangkan signifikan lebih besar dari 0,05;
maka tidak terdapat perbandingan yang
signifikan. Berdasarkan tabel 4.4 didapatkan sig (2-tailed) sebesar 0,015; maka didapat 0,015 < 0,05. dapat
disimpulkan bahwa Ha diterima dan Ho ditolak jadi terdapat perbandingan
pemberian mixing
foundation dengan teknik bakar pada rias wajah cikatri.
b.
Pembahasan
1) Perbandingan mixing
foundation tanpa teknik bakar pada rias wajah cikatri
Hasil analisis statistik dapat di tarik kesimpulan bahwa dengan
menggunakan mixing foundation tanpa teknik bakar menghasilkan sig 0,022 dan thitung 2,426. Pembahasan dari
pengaplikasian mixing foundation tanpa
teknik bakar dari hasil angket dapat disimpulkan bahwa kurang dapat menutupi
jerawat karena hasilnya masih berminyak dan tidak tahan lama saat
pengaplikasian 1 jam kedua. Sesuai dengan (Desti Valwinda, dan Merita
Yanita: 2019) menyatakan “penggunaan mixing foundation cream dan cair akan
menghasilkan riasan wajah yang halus pada wajah berminyak”, jerawat dan lubang
bekas jerawat masih terlihat. Andiyanto (2011) juga berpendapat bahwa “Teknik mixing Foundation 7 berfungsi untuk
mendapatkan hasil kecantikan yang membuat wajah tampak lebih sempurna, sehingga
bisa meningkatkan rasa percaya diri.” Namun untuk pemilik wajah berjerawat
disarankan tidak hanya di mixing saja,
karena tidak dapat menutup sempurna kecuali menggunakan foundation dengan tekstur krim karna dapat menutup noda wajah
dengan sempurna, dimana hal tersebut di perkuat oleh Turyani (2014) dimana
“Alas bedak padat/foundation padat biasa digunakan untuk meng-cover atau
menyamarkan bagian kulit yang cacat atau kurang baik seperti bekas jerawat, noda
hitam (frinkle), dan kekurangan lainnya.”
2) Perbandingan mixing
foundation dengan teknik bakar pada rias wajah cikatri
Hasil analisis statistik dapat di tarik kesimpulan bahwa dengan
menggunakan mixing foundation tanpa
teknik bakar menghasilkan hasil rias wajah cikatri yang bagus, dimana nilai sig
0,015 dan thitung 2,588. Pembahasan dari
pengaplikasian mixing foundation dengan teknik bakar dari
hasil angket dapat dijelaskan bahwa pengaplikasian mixing foundation dengan
teknik bakar menutup dengan sempurna saat diaplikasikan pada lubang bekas
jerawat atau wajah berjerawat. Sesuai dengan Kusumawardani (2008) mengemukakan dalam bukunya bahwa
“jika memiliki kulit yang berminyak maka pilihlah foundation oil free.” Pemilihan tekstur foundation juga
sangat berperbandingan pada hasil akhir make up apalagi untuk di mixing,
maka pilihlah tekstur yang pas untuk mendapatkan hasil yang sempurna.
Tekstur saja tidak cukup untuk mendapatkan hasil yang sempurna, namun pemilihan
warna yang cocok juga sangat penting, seperti yang di ungkapkan Ekel
dalam Martasia, (2020) Untuk mendapatkan hasil foundation yang sesuai maka ada
beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu: a) Jika ingin mendapatkan watna
kulit yang lebih terang maka bisa menggunakan foundation dengan satu tingkat
diatas warna kulit asli. b) Sesuai dengan warna kulit asli. c) Untuk memberi
kesan wajah terlihat lebih tirus maka dapat menggunakan foundation yang lebih
gelap dari warna kulit asli. d) Hindari foundation dengan warna merah jambu
untuk kulit sawo matang atau hitam, karena hal itu akan membuat makeup terlihat
membiru sebab warna ini beberapa tingkat diatas kulit asli. e) Jika
menginginkan kulit terlihat lebih gelap bisa menggunakan foundation dengan satu
tingkat dibawah warna kulit asli. Oktavianty (2015) juga menyatakan bahwa
“Pemilihan alas bedak yang benar harus sesuai dengan warna dan jenis kulit
wajah, ketidak sesuaian dengan kebutuhan kulit akan merusak kulit wajah,
seperti halnya pada wajah kering diaplikasikan makeup matte akan membuat riasan
cepat pecah dan membuat kulit semakin kering.”
5.
SIMPULAN DAN SARAN
Bersadarkan dari
penelitian yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa:
1. Terdapat perbandingan yang signifikan mixing
foundation tanpa teknik bakar pada rias wajah cikatri.
2. Terdapat
perbandingan yang signifikan mixing foundation dengan teknik bakar pada rias wajah
cikatri
Berdasarkan
penelitian yang telah dilakukan, peneliti memberikan beberapa saran sebagai
berikut:
1. Disarankan
untuk kalangan masyarakat menggunakan foundation
dengan teknik bakar karena hasilnya lebih bagus dan menutup sempurna
kekurangan pada wajah terutama bekas jerawat.
2. Disarankan
untuk perpustakaan. Penelitian ini dapat diteliti lagi dengan menggunakan foundation lain seperti foundation stick, foundation padat, dan
lainnya.
6.
UCAPAN TERIMAKASIH
Ucapan
terimakasih peneliti sampaikan kepada semua pihak yang telah membantu
terlaksananya penelitian ini,
7.
DAFTAR PUSTAKA
Agustin W, Vicky. (2014). Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Tata
Rias Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Tata Rias Persatuan Waria Kota
Surabaya (PERWAKOS). e-journal 3(1), 1-7. http://www.ejournal.unesa.ac.id. Diakses pada tanggal
19 November 2020 (19.11).
Bunga P.S, Murni Astuti. (2019). Perbandingan Hasil Pengaplikasian Foundation Untukrias Malam Hari Pada
Kulit Wajah Kering. Vol. 2: 7, 131-148. http://www.ejournal.ppj.unp.ac.id. Diakses pada tanggal 21 November 2020
(13.54).
Deasy Gita Natalia Panjaitan, Lina Pangaribuan. (n.d.). Hubungan
Pengetahuan Karakteristik Kulit Dengan Pemilihan. Jurnal Pendidikan Tata
Rias, 24.
Desti Valwinda, Merita Yanita. (2019). The Effect Of Mixing Foundation
Towardsresults Of West Sumatera Bracelet Face On Oil Face Skin. Vol. 11 No.
02, 137-145. Di akses 29 November 2020 (11.15)
Ekel, E. (2015). Ilmu Kecantikan dan Kesehatan Masa Kini. Jakarta:
Karyautama.
Fairuz. (2016). Tentang Kosmetik. Jakarta: Elex Media.
Lelly Ayun Intanti, Dra. Hj. Suhartiningsih, M. Pd. (2017). Perbandingan
Jenis Foundation Terhadap Hasil Tata
Rias Wajah Pengantin Barat. e- Journal. Volume 06 Nomer 01 Tahun 2017, Edisi
Yudisium Periode Februari, hal 239 - 244, 239. Di akses 17 November 2020
(21.15)
Mawlidah, Evi. (2014). Perbandingan Penggunaan Warna Foundation Terhadap Tata Rias Wajah Cikatri pada Bekas Jerawat. e-journal
3:3, 78-86.
Oktavitanti. (2015). The Make Over. Yogyakarta: Pustaka Baru Press.
Sugiyono. (2013). PenelitianKuantitatif. Bandung: Alfabeta.
Turyani, Sri Marwati Eka. (2014). Dasar Kecantikan Kulit.
Bojongsari: Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.
Komentar
Posting Komentar